
Tanjung (Bidang PHU) – Permasalahan dalam penyelenggaraan ibadah haji menjadi isu yang hampir selalu muncul setiap tahun. Baik dari sisi sistem maupun proses pelaksanaan ibadah di Mekkah dan Madinah, berbagai kendala kerap terjadi dan menjadi bahan evaluasi bagi Kementerian Agama untuk terus meningkatkan kualitas layanan.
Hal tersebut disampaikan H. Fahriannor, S.Kom, Ketua Tim Administrasi Dana Haji dan Sistem Informasi Terpadu (ADHSIHDU), saat menjadi narasumber pada kegiatan Jagong Masalah Umrah dan Haji (Jamarah) yang dirangkai dengan Sosialisasi Kebijakan Penyelenggaraan Haji dan Umrah pada Masa Transisi Kelembagaan, di Pendopo Kantor Bupati Tabalong, Tanjung, Rabu (19/11/25).
Menurut Fahriannor, penyelenggaraan haji merupakan layanan berskala besar yang melibatkan jutaan jamaah dari seluruh dunia sehingga wajar jika setiap tahun selalu muncul masalah, baik teknis maupun nonteknis.
“Permasalahan dalam penyelenggaraan haji itu pasti ada. Mulai dari sistem administrasi, pembaruan layanan, hingga dinamika di lapangan saat jamaah melaksanakan ibadah di Mekkah dan Madinah. Ini bagian dari proses yang setiap tahun dievaluasi,” jelasnya.
Dalam paparannya, Fahriannor juga menyinggung perubahan regulasi melalui Undang-Undang No. 14 Tahun 2025, yang membawa sejumlah penyesuaian pada tata kelola penyelenggaraan haji dan umrah.
“Dengan lahirnya UU baru ini, ada beberapa kebijakan yang bergeser, terutama pada masa transisi kelembagaan. Namun perubahan tersebut tidak berdampak pada alur layanan, administrasi, maupun kesiapan dokumen. Insya Allah semua berjalan normal sebagaimana biasanya,” ujarnya.
Ia menegaskan, kegiatan sosialisasi melalui forum Jamarah menjadi penting agar jamaah mendapatkan informasi yang benar mengenai regulasi terbaru, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman.
Pada kesempatan tersebut, Fahriannor memberikan perhatian khusus kepada jamaah yang masuk estimasi keberangkatan tahun 2026. Ia mengimbau para calon jamaah untuk mulai menjaga kondisi fisik sejak jauh hari.
“Haji adalah ibadah yang memerlukan kekuatan fisik. Cuaca di Arab Saudi ekstrem dan rangkaian ibadah sangat padat. Kami mengimbau jamaah estimasi 2026 untuk menjaga kesehatan sedari sekarang, rutin memeriksakan kondisi tubuh, serta meningkatkan kebugaran,” tegasnya.
Menurutnya, kesiapan fisik menjadi kunci utama keberhasilan jamaah dalam menjalankan ibadah, sekaligus mengurangi potensi kendala kesehatan selama berada di Tanah Suci.
Menutup penyampaiannya, Fahriannor menyampaikan bahwa Kementerian Agama akan terus memperbaiki sistem, memperbarui layanan, dan beradaptasi dengan kebijakan baru agar permasalahan berulang dapat diminimalisir.
“Dengan kerja bersama, pemahaman terhadap regulasi, dan kesiapan jamaah, kami berharap penyelenggaraan haji ke depan, khususnya tahun 2026, dapat berjalan lebih baik,” pungkasnya.
Kegiatan Jamarah tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabalong dan diikuti oleh pejabat Pemerintah Daerah, pejabat Kementerian Agama Kabupaten Tabalong, ulama dan tokoh agama, penyelenggara umrah, KBIHU, serta jamaah haji estimasi keberangkatan tahun 2026. (Rep.DayatPHU)
URL : https://hajikalsel.kemenag.go.id/berita/1451/Setiap-Tahun-Hadirkan-Tantangan-Kemenag-Ingatkan-Jamaah-2026-Siapkan-Kesehatan-dan-Pahami-Kebijakan-Baru