hajikalsel.kemenag.go.id



  LIHAT VERSI CETAK

Diunggah hari Kamis tanggal 11-12-2025 20:52:27 WITA

Seleksi Petugas Haji 2026 Resmi Dibuka, Kementerian Haji dan Umrah Tegaskan Pentingnya Pelayanan Berkualitas



Banjarbaru (KemenhajKalsel) – Seleksi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dan PPIH Kloter Tahap II tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 1447 H/2026 M resmi dibuka oleh Direktur Pengawasan Haji Khusus dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, H. Ahmad Abdullah, S.Ag., M.AP. Pembukaan kegiatan ini menjadi momentum penyampaian amanat dan pesan penting dari Menteri Haji dan Umrah mengenai peningkatan kualitas pelayanan jemaah haji Indonesia.

Dalam kesempatan membacakan sambutan Menteri Haji dan Umrah di hadapan 76 peserta seleksi PPIH Kloter dan PPIH Arab Saudi Tahap II, Abdullah menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. Upaya tersebut dilakukan guna meningkatkan ketertiban, keamanan, dan kenyamanan penyelenggaraan ibadah haji. Sebagai salah satu negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia, Indonesia disebut membutuhkan petugas yang profesional, tangguh, dan berintegritas tinggi.

“Petugas haji bukan hanya pendamping, tetapi juga representasi negara serta ujung tombak pelayanan bagi dhuyufurrahman, tamu-tamu Allah dari Indonesia. Karena itu, peningkatan kualitas petugas menjadi prioritas utama,” ujarnya, Kamis (11/12/25).

Ia juga mengapresiasi Direktorat Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah yang telah menerapkan mekanisme seleksi berbasis Computer Assisted Test (CAT). Sistem ini dinilai mampu menghadirkan proses seleksi yang objektif, transparan, dan akuntabel, sehingga dapat menjaring individu terbaik yang siap mengemban amanah di Tanah Suci.

“Kepada seluruh peserta seleksi, jadikan proses ini sebagai ikhtiar terbaik, bukan sekadar kompetisi. Bangun niat tulus untuk memberikan pelayanan yang mulia, serta persiapkan diri secara teknis dan mental, karena tugas ini membutuhkan kesabaran, kepekaan, dan empati yang tinggi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Abdullah menyampaikan bahwa Kementerian Haji dan Umrah berkomitmen memperkuat dukungan dan koordinasi agar kualitas pelayanan jemaah haji Indonesia semakin meningkat setiap tahun. Melalui seleksi dan pembinaan yang baik, petugas haji diharapkan mampu memberikan pelayanan prima, menjaga kenyamanan ibadah, dan mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.

“Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah intensif melakukan perubahan sistem manajemen haji, termasuk digitalisasi layanan, peningkatan standar pelatihan, serta penguatan koordinasi lintas lembaga. Namun tanpa petugas yang sigap dan berintegritas, seluruh sistem tersebut tidak akan berjalan maksimal,” jelasnya.

Menurutnya, seleksi PPIH bukan sekadar agenda rutin, tetapi wujud keseriusan pemerintah memastikan setiap petugas yang diberangkatkan benar-benar siap secara fisik, mental, pengetahuan, dan spiritual. Seleksi yang ketat menjadi pesan bahwa tugas ini bukan ruang untuk mencari posisi atau keuntungan pribadi, melainkan amanah yang berdampak langsung pada kenyamanan dan kekhusyukan ibadah jemaah.

Pelaksanaan Rekrutmen PPIH Kloter dan PPIH Arab Saudi Tahap II, yang terdiri dari CAT dan wawancara, digelar di Aula Gedung Jabal Rahmah Embarkasi Haji Banjarmasin, Banjarbaru. Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga malam ini diikuti oleh seluruh peserta yang dinyatakan lolos verifikasi Tahap II berdasarkan hasil CAT Tahap I yang dilaksanakan pada 4 Desember 2025 lalu. Total sebanyak 76 peserta mengikuti seleksi untuk formasi PPIH Kloter dan PPIH Arab Saudi.

Dalam kegiatan tersebut, Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Selatan juga menghadirkan perwakilan Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan serta Kejaksaan Tinggi Provinsi Kalimantan Selatan sebagai pengawas pelaksanaan CAT dan wawancara, guna memastikan proses seleksi berjalan transparan, objektif, dan akuntabel.(Rep. Dayat PHU)



Berita Populer








Berita Terkait




Telah Dibaca 16 kali,
Bagikan Halaman Ini