hajikalsel.kemenag.go.id



  LIHAT VERSI CETAK

Diunggah hari Rabu tanggal 17-12-2025 20:32:04 WITA

Kemenag Terus Lakukan Pencarian Jamaah Haji Asal Kalsel yang Hilang, Libatkan PUSDOKKES Polri



Banjarbaru (Kemenhaj Kalsel) - Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia memastikan bahwa upaya pencarian terhadap satu jamaah haji asal Kalimantan Selatan yang dilaporkan hilang masih terus dilakukan secara intensif dan menyeluruh. Jamaah bernama Hasbullah (72), warga Kota Banjarbaru, dilaporkan hilang sejak Selasa (17/6/2025) sekitar pukul 03.00 Waktu Arab Saudi. Almarhum tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 7 Embarkasi Banjarmasin.

Sebagai bentuk keseriusan negara dalam menangani kasus tersebut, Kementerian Agama menugaskan tim yang melibatkan Pusat Kedokteran Kesehatan POLRI Biro Kedokteran  dan Kesehatan Bidang Laboratorium DNA (PUSDOKKES) Mabes Polri untuk melakukan pengambilan sampel DNA dari pihak keluarga. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Selatan, Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin di Banjarbaru, Selasa (16/12/2025).

Anggota tim dari unsur Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI, Asfan Shabri menegaskan bahwa langkah ini merupakan amanah langsung dari Menteri Agama RI dan menjadi bagian penting dari proses lanjutan pencarian.

“Kami mengemban amanah dari Menteri Agama RI bahwa upaya pencarian ini masih terus dilakukan dan menjadi perhatian serius. Saat ini kami menempuh langkah pencocokan data antemortem dan postmortem, termasuk pengambilan DNA keluarga untuk membantu proses identifikasi,” ujar Asfan.

Ia menjelaskan bahwa tim pencarian kini tengah mencocokkan data yang dihimpun dari keluarga dengan data jenazah tanpa identitas yang ditemukan selama penyelenggaraan ibadah haji. Menurutnya, pendekatan ilmiah melalui data forensik menjadi metode paling akurat dalam memastikan identitas seseorang.

“Data antemortem dan postmortem, termasuk DNA, merupakan alat penting dalam proses identifikasi. Seluruh data ini akan dianalisis secara profesional dan terintegrasi,” tegasnya.

Asfan juga menambahkan bahwa jika ditemukan nanti sample DNA sama dengan jamaah yang wafat, maka proses klaim asuransi akan dibayarkan segera dan jika tidak ditemukan kecocokan sampai akhir februari 2026, maka jamaah secara otomatis akan dibayarkan klaim asuransinya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Selatan, Dr. H. Eddy Khairani, yang mendampingi langsung proses pengambilan data dari pihak keluarga, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk memberikan kepastian kepada keluarga jamaah.

Menurut Eddy, keterlibatan PUSDOKKES Mabes Polri menunjukkan bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara serius, terukur, dan sesuai dengan standar forensik yang berlaku. Ia juga menekankan bahwa seluruh proses dilakukan dengan mengedepankan aspek kemanusiaan dan kehati-hatian.

“Ini adalah bentuk kehadiran negara dalam melindungi warganya. Kami memahami betul beban psikologis yang dirasakan keluarga, sehingga setiap langkah yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan moral,” ujarnya.

Eddy menambahkan, koordinasi lintas instansi terus dilakukan, baik dengan Kementerian Agama RI, otoritas haji Arab Saudi, maupun unsur kesehatan dan keamanan, guna memastikan seluruh data yang dihimpun dapat mendukung proses pencarian secara maksimal.

“Kami memohon doa dari masyarakat agar upaya ini segera membuahkan hasil terbaik. Pemerintah tidak akan berhenti berusaha sampai ada kejelasan dan kepastian terkait keberadaan jamaah yang bersangkutan,” pungkasnya.

Dengan dilakukannya pengambilan sampel DNA keluarga, diharapkan proses pencarian dan identifikasi jamaah haji asal Kalimantan Selatan tersebut dapat berjalan lebih komprehensif serta memberikan kejelasan dan ketenangan bagi keluarga yang menanti kepastian di Tanah Air. (Rep.DayatPHU)



Berita Populer








Berita Terkait




Telah Dibaca 15 kali,
Bagikan Halaman Ini