hajikalsel.kemenag.go.id



  LIHAT VERSI CETAK

Diunggah hari Kamis tanggal 20-11-2025 15:28:15 WITA

Rasyid Lutfiana Tekankan Penguatan Nilai Syariat dan Kesiapan Jamaah Jelang Haji 2026



Barabai (Kemenag HST) – Ketua Tim Bina Haji Reguler Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Selatan, H. Rasyid Lutfiana, M.Pd.I, kembali menjadi narasumber pada kegiatan Jagong Masalah Umrah dan Haji (JAMARAH) yang digelar di Aula Gedung Pelayanan Haji dan Umrah Terpadu (PILHUT) Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kota Barabai.

Dalam pemaparannya, Rasyid menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai syariat bagi jemaah haji setelah kembali dari Tanah Suci. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ibadah haji bukan hanya diukur dari kelancaran pelaksanaan ritual, tetapi juga dari kemampuan jemaah mengimplementasikan perubahan akhlak, kedisiplinan, dan ketakwaan ketika sudah kembali ke daerah masing-masing.

“Haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi perjalanan spiritual yang seharusnya membekas dalam kehidupan sehari-hari. Sepulang dari Mekkah dan Madinah, jemaah harus membawa pulang nilai-nilai syariat yang dapat memperbaiki diri, keluarga, dan lingkungan,” ujarnya.

Rasyid juga mengulas perkembangan kebijakan baru terkait transisi kelembagaan dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Menurutnya, transformasi kelembagaan ini diharapkan memberikan dampak nyata pada peningkatan kualitas layanan, khususnya dalam hal kecepatan proses, kemudahan koordinasi, serta transparansi dalam tata kelola penyelenggaraan haji.

“Transisi kelembagaan ini bukan sekadar perubahan struktur, tetapi upaya untuk memperbaiki layanan secara menyeluruh. Kita berharap alur koordinasi lebih jelas, proses lebih cepat, dan sistem pengelolaan semakin transparan di tingkat daerah,” jelasnya.

Selain itu, Rasyid menyoroti berbagai permasalahan yang muncul pada penyelenggaraan haji tahun 2025. Menurutnya, sejumlah kendala baik teknis maupun nonteknis, menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menyiapkan penyelenggaraan haji 2026 yang lebih baik.

“Masalah-masalah yang kita temui pada operasional haji 2025 menjadi pelajaran berharga. Semua itu kita jadikan evaluasi agar layanan haji 2026 lebih optimal dan responsif terhadap kebutuhan jemaah,” tegasnya.

Ia memberikan perhatian khusus pada aspek kesehatan jemaah, mengingat pada penyelenggaraan haji 2026, pemenuhan syarat istitho’ah kesehatan menjadi hal yang wajib dipenuhi sebelum pelunasan biaya haji dilakukan.

“Jemaah harus serius mempersiapkan kesehatan sejak sekarang. Istithaah kesehatan menjadi syarat penting menjelang pelunasan. Karena itu, pemeriksaan kesehatan berkala, menjaga kebugaran, serta pengendalian penyakit komorbid harus dilakukan dengan sungguh-sungguh,” tutupnya.

Kegiatan JAMARAH di HST ini diikuti oleh para penyelenggara haji, tokoh agama, PPIU/KBIHU, serta calon jemaah haji tahun 2026, dan menjadi sarana strategis untuk memperkuat pemahaman jemaah sekaligus menyosialisasikan kebijakan terbaru bidang haji dan umrah.(Rep.DayatPHU)

 



Berita Populer








Berita Terkait




Telah Dibaca 7 kali,
Bagikan Halaman Ini